Program Pascasarjana Interdisiplin Punya Ketua Baru

Prof. Dr. Sulistyowati Irianto (53), terpilih sebagai Ketua Program Pascasarjana Interdisiplin Universitas Indonesia periode 2013-2017.  Prof. Sulistyowati terpilih melalui mekanisme presentasi dan wawancara dihadapan pejabat rektor UI, para wakil rektor, serta sekretaris universitas. Sesi presentasi dan wawancara ini disiarkan secara live streaming melalui laman resmi UI dan dilakukan pada Senin (11/11) di  Ruang Rapat Pimpinan Gedung PAUI Depok. Prof. Sulistyowati berhasil menggungguli 2 kandidat lainnya, yaitu  Dr. Siti Dahsiar Anwar dan Dr. Kristi E. Purwandari.

Dalam pemaparan visinya, Prof. Sulistyowati mengatakan bahwa ia ingin membawa pascasarjana UI sebagai sebuah sekolah multi dan interdisiplin, agar dapat mendidik mahasiswa-mahasiswanya menjadi aset-aset bangsa yang cerdas dan berkarakter, “ Percuma pintar, kalau tidak berkarakter, mereka cuma akan menjadi tukang-tukang” ujarnya. Untuk mewujudkan hal tersebut Prof. Sulistyowati akan melakukan perbaikan tata kelola sumber daya manusia dan tata kelola keuangan serta membangun jaringan dan komunikasi yang baik di tingkat fakultas.  “Halangan terbesar untuk mewujudkan visi saya ini adalah sistem birokrasi di UI sendiri, otonomi, serta masalah  kurangnya tenaga pengajar di program pasca”, ungkapnya menjelaskan.

Untuk mengatasi permasalahan-permasalahan ini dan mewujudkan visi misinya Prof. Sulistyowati mengatakan bahwa ia akan menerapkan sistem meritokrasi dalam masalah pembenahan birokrasi. “Saya ingin menerapkan sistem the right person in the right place, dan tidak ada yang merasa ditinggalkan atau kurang diperhatikan. Hal ini dilakukan agar birokrasi kita menjadi semakin profesional dan dapat menjangkau seluruh kalangan”, ungkapnya.  Dalam masalah sumber daya manusia, Prof. Sulistyowati ingin mengangkat tenaga-tenaga pengajar tetap yang dapat bekerja secara full time, “Untungnya hal ini sudah diakomodir dengan selesainya statuta UI, sehingga aturan minimal 5 pengajar tetap untuk satu program studi bisa segera dapat dilaksanakan”, ujarnya. Selain itu Prof. Sulistyowati dalam pemaparannya juga ingin membuat sistem transparansi keuangan dan penambahan satu program studi baru, yaitu program studi Kajian Australia. “Semua hal ini penting untuk mempersiapkan UI menyongsong Asian Century 2050, agar kita sebagai institusi pendidikan dapat bersaing di tengah kompetisi global,” tambahnya.

Sesi tanya jawab dan wawancara dilakukan oleh Pejabat Rektor UI bersama Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Prof. Dr. Bambang Wibawarta, S.S., M.A., Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan, dan Kerjasama Industri  Prof. Dr. dr. Siti Setiati, SpPD(K), serta Sekretaris Universitas Prof. Dr. Ir. Tommy Ilyas, M.Eng.  Dalam sesi tanya jawab ini,  Pak Bambang selaku wakil rektor juga sempat menanyakan persetujuan para kandidat tentang visi misi dan program-program mereka, “Saya ingin meminta komitmen dari para kandidat bahwa program-program bagus yang ada di dalam proposal saudara sekalian dapat dipergunakan oleh siapapun kandidat yang nantinya terpilih,” ujarnya yang disambut dengan komitmen persetujuan oleh para kandidat.  (WND)

 

 

Author: admin

Share This Post On